July 10, 2009

Download Map Dota 6.61B Free

Download Dota 6.61B For Free . I Think This Map Is Good , but I will give You THe Link TO Download Map Dota 6.61B For Free

July 3, 2009

Stop Dreaming Start Action Reza

Stop Dreaming Start Action ini lagi-lagi diposting pada pagi hari di saat liburan, sambil main game iseng-iseng menulis tentang berhenti bermimpi dan memulai aksi, karena esa baru anak smp tidak tahu harus berawal dari mana saat akan memulai stop dreaming dan start action, yang pasti cuma belajar menulis walaupun pasti tulisan esa ini jelek dan tidak berkualitas.

Slogan stop dreaming start action yang meledak di jagat maya ini menggelitik esa untuk ikut-ikutan menulis dengan versi anak smp yang masih senang bermain-main di dunia impian ibarat saat ini yang sedang enak bermain games dan bergulat dengan mimpi.

Agak sulit memang menghentikan mimpi dan memulai aksi di saat usia-usia seperti esa ini, tapi karena tergoda oleh slogan yang demikian bagus Stop Dreaming Start Action. Mulai besok esa akan berusaha dan mencoba mempraktekkannya dalam kehidupan bagaimana sebenarnya cara untuk stop dremaing dan memulai action.

March 14, 2009

Separatisme adalah Bahaya Laten NKRI

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 – Gerakan separatisme di Tanah Air sudah terjadi sejak RI ini baru dibentuk. Gerakan itu masih saja terus terjadi hingga kini seperti RMS, OPM, dan GAM. Di masa lalu, penyebab gerakan separatis mungkin masalah perbedaan idiologi. Sedangkan di masa sekarang, menurut beberapa analisis, tuntutan separatis disebabkan oleh persoalan ekonomi. Atau tepatnya ketidakadilan ekonomi yang dirasakan rakyat di wilayah tersebut. Besarnya kekayaan alam di wilayah itu, ternyata, tidak diikuti kehidupan rakyat yang sejahtera.

Jika benar itu akar persoalannya, mestinya setelah berbagai kebijakan Pemerintah digulirkan dalam upaya untuk memenuhi tuntutan keadilan ekonomi, gerakan separatis segera terhenti. Namun apa yang kita saksikan sekarang, justeru gerakan separatis semakin gencar dilakukan seiring dengan perbaikan ekonomi di daerah-daerah tersebut. Itu artinya, persoalan ekonomi ternyata hanya sekedar dalih. Sementara persoalan dasarnya tetap sama, yaitu MERDEKA. Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

Kasus Papua misalnya, kendati sudah ada kebijakan Otsus, dan APBD-nya dinaikkan sekian kali lipat, namun tuntutan merdeka justeru semakin digemakan ke seluruh penjuru dunia. Perlawanan terhadap aparat keamanan terus dilancarkan dan propaganda ke berbgai forum internasional terus dilakukan.

Di Aceh juga sama. Kendati sudah ada MoU Helsinki dan perbaikan ekonomi terus dilakukan, namun tuntutan untuk merdeka tidak pernah reda. Modusnya tidak lagi dengan cara angkat senjata dan melawan TNI, tetapi melalui perjuangan politik. Para mantan GAM yang tersebar dalam berbagai partai lokal menjadi embrio gerakan Politik separatis itu. Tahun 2007, Lemhannas pernah mempublikasikan kajiannya tentang kemungkinan partai lokal mengajukan referendum untuk merdeka. Kendati kajian itu masih bersifat spekulatif, namun tampaknya wacana referendum di Aceh untuk memerdekakan diri dari NKRI, semakin jelas arahnya dan tinggal menunggu, yaitu menunggu hasil Pemilu 2009. Partai Lokal pemenang Pemilu 2009, demikian kajian Lemhanas, dipastikan milik GAM. Mereka bakal mengajukan referendum dalam parlemen lokal akan dikuasai para mantan GAM.

Karena itu sebagai bangsa sebaiknya kita tetap menyadari, bahwa keutuhan republik ini selalu dihantui bahaya laten separatisme dan disintegrasi. GAM di Aceh, RMS di Maluku, OPM di Papua ialah percik-percik api separatisme dan disintegrasi yang de facto menjadi bahaya laten, yang akan terus muncul dan menjadi tantangan bagi keutuhan NKRI.

Dan ternyata tidak hanya itu Masih ada kelompok-kelompok serupa yang lebih bersifat ideologis. Yang terakhir ini justru kerap lebih sulit dikendalikan karena mereka bergerak dalam tataran regulatif yuridis yang kerap dengan mudah menyusup ke dalam sistem perundang-undangan kita. Akibatnya, produk hukum dan undang-undang sering terjebak ke dalam kepentingan politik dan ideologis sektarian sesaat yang ujung-ujungnya, gerakan itu memasung kemerdekaan kelompok minoritas.

Sebenarnya, bahaya-bahaya laten gerakan separatis disintegratif itu selalu nyata di hamparan nusantara ini, entah yang bersifat teritorial maupun ideologis. Untuk itulah, perlu kiranya kita terus mengkumandangkan kesadaran akan wawasan kebangsaan. Itulah yang disebut rekonsientisasi nasionalisme. Maka benar, NKRI harus menjadi harga mati, yang tidak bisa ditawar demi menjaga keutuhan republik dari maksud jahat sekelompok oknum yang hendak mencabik-cabik kesatuan bangsa. Kendati demikian, kita tidak boleh mengabaikan aspek kemanusiaan, termasuk di dalamnya, hak-hak paling asasi milik setiap warga. – Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009

 
Ricard Radja
Aktivis Jaringan Epistoholik Indonesia
Ricard-06@plasa.com